Seputar Nusantara - Polisi membongkar kegiatan produksi kosmetik oplosan hasil industri rumah tangga. Seorang wanita, Yp (26), ditetapkan tersangka. Pemasaran kosmetik ilegal itu meliputi Jakarta, Palembang serta Surabaya. AGEN DOMINO
Praktik ilegal itu diungkap Kamis (5/9) siang lalu, di rumah Yp, di kawasan Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, sebagai tindak lanjut informasi dari masyarakat, adanya kosmetik tanpa izin edar.
Baca Juga : Seorang Santri di Cirebon Meninggal Ditusuk Orang Tak Dikenal
"Kami amankan pelaku di rumahnya, sekitar jam 2.30 siang," kata Kanit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Reno Chandra, di kantornya, Minggu (8/9).
Di rumah pelaku Yp, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bahan dan kemasan kosmetik siap edar. Seperti lulur, hand body, suplemen vitamin, hingga ember tempat adonan dan timbangan digital. "Pelaku ini membeli bahan-bahan di pasaran untuk dicampur dalam ember, seperti susu sapi, bibit pemutih, dan lainnya. Diaduk menggunakan mixer," ujar Reno.
AGEN POKER
"Dia (Yp) memasarkannya melalui akun instagram. Konsumennya ada di Palembang, Jakarta, hingga Surabaya. Termasuk Balikpapan, dan juga Samarinda sendiri. Setiap bulan, dia dapat untung Rp 2,5 juta-Rp 3,5 juta," ungkap Reno.
Pengetahuan pelaku mengoplos kosmetik yang sudah berlangsung 4 tahun itu, lanjut Reno, diperolehnya dari temannya di kawasan Pasar Pagi Samarinda.
"Untuk konsumen Samarinda, pelaku menggunakan jasa kurir. Pelanggan di luar kota, menggunakan jasa ekspedisi. Produksinya tidak setiap hari, tergantung pesanan. Campurannya dalam ember pun, dia hanya mengira-ngira," jelas Reno.
Penyidik menetapkan Yp tersangka dengan pasal 197 jo 106 (1) UU No 36/2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 (1) dan pasal 8 ayat 1 UU No 8 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Iya benar. Takaran campuran kira-kira saja. Sejauh ini, tidak ada keluhan (dari konsumen)," kata tersangka Yp. AGEN DOMINO
No comments:
Post a Comment